Posted by: magungh | December 26, 2009

(فِعْلُ الأَمْرِ)

Pelajaran Shorof 2: Dhomir, Fi’il Madhi, Fi’il Mudhori’

Bagikan

19 Oktober 2009 jam 21:05

Diantara keistimewaan bahasa arab adalah kaya akan kata-kata, misalkan pada dhomir (kata ganti). Berbeda dengan bahasa Indonesia yang hanya memiliki 7 kata ganti (dia, kamu, kalian, mereka, kami, kita, dan saya)), di dalam bahasa Arab kata gantinya ada 12. Antara kata ganti untuk dua orang dengan lebih dari dua orang dibedakan di dalam bahasa Arab, tidak terdapat pada bahasa Indonesia bahkan pada bahasa Inggris (read : Bahasa Internasional).
Di antara keistimewaan bahasa arab juga adalah singkat dan padat, misalnya, jika kita ingin mengungkapkan "dia sedang menulis", maka cukup dengan menggunakan kalimat yaktubu dan ini sekaligus menunjukkan bahwa yang sedang menulis itu adalah seorang laki-laki, adapun jika yang menulisnya itu seorang perempuan, maka kita gunakan kalimat taktubu saja. Singkat dan padat. Dan banyak lagi keunggulan bahasa arab di atas bahasa lain.
Pada pelajaran kali ini, kita akan membahas tentang tentang dhomir, fi’il madhi, fi’il mudhori’.
Berikut penjelasannya:
Dhomir = kata ganti, seperti dia, kamu, mereka, dll.
Fi’il Madhi = kata kerja lampau, bermakna telah.
Fi’il Mudhori’ = kata kerja sekarang atau yang akan datang

Tabel 1 : Dhomir, Fi’il Madhi, dan Fi’il Mudhori’

Keterangan:
  • Kolom paling kanan menunjukkan dhomir dalam keadaan rofa’.
  • Kemudian di sebelahnya ada kolom "arti" yang merupakan arti dari masing-masing dhomir.
    هُوَ (huwa) = Dia (1 lk)
    هُمَا (huma) = Mereka (2 lk)
    هُمْ (hum) = Mereka (> 2 lk)
    هِيَ (hiya) = Dia (1 pr)
    dst…
  • Kolom berikutnya (nomor 2 dari kanan) adalah fi’il madhi dari masing-masing dhomir.
    Karena arti kata fa’ala = melakukan, maka:
    فَعَلَ (fa’ala) = dia (1 lk) telah melakukan
    فَعَلاَ (fa’alaa) = mereka (2 lk) telah melakukan
    فَعَلوُاْ (fa’aluu) = mereka (>2 lk) telah melakukan
    فَعَلَتْ (fa’alat) = dia (1 pr) telah melakukan
    dst…
  • Kolom paling kanan menunjukkan fi’il mudhori’ dari masing-masing dhomir.
    ُيَفْعَلَ (yaf’alu) = dia (1 lk) sedang/akan melakukan
    يَفْعَلاَنِ (yaf’alaani) = mereka (2 lk) sedang/akan melakukan
    يَفْعَلوُنَ (yaf’aluuna) = mereka (>2 lk) sedang/akan melakukan
    تَفَعَلُ (taf’alu) = dia (1 pr) sedang/akan melakukan
    dst…

Hafalkan tabel 1 di atas secara berurutan (dari atas ke bawah) berserta artinya, tentunya dengan cara Anda sendiri
Ada beberapa catatan yang perlu disampaikan:

Catatan 1:

Fi’il madhi memiliki banyak pola (wazan), diantaranya adalah fi’il tsulasi mujarrod (fi’il yang tersusun dari tiga huruf).
Fi’il madhi tsulasi mujarrod ini memiliki 6 macam pola, yaitu:

  • Fa’ala – yaf’alu (seperti pada contoh di atas)
  • Fa’ala – yaf’ulu
  • Fa’ala – yaf’ilu
  • Fa’ila – yaf’alu
  • Fa’ila – yaf’ilu
  • Fa’ula – yaf’ulu

Perhatikan bahwa fi’il madhi yang berpola fa’ala memiliki tiga kemungkinan fi’il mudhori’ (yaitu yaf’alu, yaf’ulu, dan yaf’ilu). Fi’il madhi yang berpola fa’ila memiliki dua kemungkinan fi’il mudhori’ (yaitu yaf’alu dan yaf’ilu).
Sementara fi’il madhi yang berpola fa’ula hanya memiliki satu kemungkinan fi’il mudhori’ (yaitu yaf’ulu).
Misalkan kata "kataba" كَتَبَ yang berpola fa’ala, ada 3 kemungkinan fi’il mudhori’, yaitu yaktabu, yaktubu, atau yaktibu. Mana yang benar?
Jawabannya: yaktubu.
Sementara kata "fataha" فَـتَحَ fi’il mudhori’nya yaftahu. Kenapa tidak yaftuhu? Padahal sama-sama berpola fa’ala seperti kata "kataba". Jawabanya: karena di kamus seperti itu.
Adapun kata "hasuna" حَسُنََ fi’il mudhori’nya pasti yahsunu, karena pola fa’ula hanya memiliki satu kemungkinan, yaitu yaf’ulu.

Catatan 2

Read More…

Posted by: magungh | August 14, 2009

RECAOUNT of The Text

Out of the Darkness

Nearly a week passed before Anisa was able to explain what had happened to her.

One afternoon she set out from the coast in a small boat and was caught in a storm.

Towards evening the boat struck a rock and the girl jumped into the sea. Then, she swam to the shore.

During that time she covered a distance of eight miles.

Early next morning she saw a light a head. She knew she was near the shore because the light was high up on the cliffs. When she arrived at the shore, the girl struggle up the cliffs toward the light. That was all she remembered. When she woke up a day later, she found herself in a hospital.

Read More…

Posted by: magungh | August 14, 2009

MEMBUAT PERENCANAAN

I. NAMA KELOMPOK

1. …

2. …

3. …

II. RESEP

Rica – rica Ikan

Bahan

1. Ikan gurami…

2. Minyak goring

3. …

Bumbu

1. Bawang merah 8 buah

2. Tomat 3 buah.

3. ….

Cara membuat

……

III. DAFTAR BELANJA

Contoh:

image

Keterangan: pengurutan bahan dimulai dari bahan – bahan utama kemudian yang lain semisal bumbu dan lain – lain, alat – alat tidak di cantumkan.

 

IV. DAFTAR ALAT

Contoh:

image

V. TERTIB KERJA

NO. NAMA WAKTU KETERANGAN
1.

2.
3.

Semua anggota

Ahma
(nama anggota kelompok)

09:30-09:45

09:45-10:00

——-

Menyiapkan alat-alat

Menggorenng Ikan
——-

VI. PERHITUNGAN HARGA JUAL

1. Biaya bahan makanan 40 %= Rp. 20.000,

2. Perhitungan harga jualclip_image002  x Rp. 20.000, =Rp. 50.000

3. Keuntungan kotor=Harga jual – bahan-bahan makanan

                        = Rp. 50.000,- Rp. 20.000,

                        = Rp.30.000,

4. Biaya lain – lain:

– Biaya tenaga kerja      15 %

-Biaya Penyusutan alat    5 %

– Biaya listrik                   5%

– Biaya bahan bakar        5%

                                    30 %

30 % x Harga jual

30% x Rp.50.000, = Rp.15.000,

5. Keuntungan Bersih

= Harga jual – (bahan2 ,makanan + bahan lainnya)

=Rp.50.000, – (Rp.20.000, + Rp.15.000,)

=Rp.15.000

6. Harga Perporsi/ Biji =clip_image002[4]

                                  =clip_image002[6]

                                  =Rp. 12.000,

=

Posted by: magungh | July 27, 2009

KIMIA

SEMESTER I

KIMIA

BAB I Struktur Atom

Klasifikasi materi (zat)

 

imageimage

 

 

 

 

 

 

 

 

 

selanjutnya

 

k

Posted by: magungh | July 23, 2009

Jawaban PR MTK1

1. 5, Sebab 5 x 2=10

2. 0, Sebab 10 x 0 = 0

3. tak berdefinisikan, Sebab  0 x 10 ≠ 0

4. 5/-5, Sebab 5 x 5 = 25

5.tidak ada/ khayal, jika lingkup pembahasan bilangan real / nyata.

 

clip_image002

=clip_image004 . clip_image006

= 5. i

i= imajiner -> clip_image006[1]

= 5i

Jika lingkup pembahasan bilangan kompleks.

lingkaran kompleks

Posted by: magungh | July 23, 2009

Matematika

MATEMATIKA

Perkalian dan Pembagian

1.) + ./ + = + (plus di kali atau di bagi dengan plus maka hasilnya juga plus)

2.)  – ./ – = + (min dikali atau dibagi dengan min maka hasilnya plus)

3.)  – ./ + = – (min dikali atau dibagi dengan plus maka hasilnya min)

4.)  + ./ – = – (plus dikali atau dibagi dengan min maka hasilnya -)

Penjumlahan dan Pengurangan

5.)  + +- + = + (plus ditambah atau dikurangi dengan plus maka hasilnya plus)

6.)  – +- – = – (min ditambah atau dikurangi min maka hasilnya min)

7.)  + +- – = +/- (plus ditambah atau dikurangi maka hasilnya plus atau min tergantung mana yg nilainya lbh besar)

8.)   – +- + = +/- (sama, tergantung mana yang lebih besar nilainya tdk terpengaruh min/plus)

Contoh:

1. -8 + (-12) = -20

2. -15 + 2 = -13

3. -20 + -5 = -25

–> -20 – 5 = -25

4. 5 + 10 = 15

Read More…

Posted by: magungh | July 23, 2009

BAHASA INDONESIA

SEMESTER GANJIL

Bahasa Indonesia

Standar Kompetensi

1. Mendengarkan.

2. Berbicara.

3. Membaca.

4. Menulis.

Tema 1    Lingkungan

Selayang Pandang

Istilah lingkungan dan lingkungan hidup atau lingkungan hidup manusia sering kali digunakan silih berganti dalam Pengertian yang sama. Lingkungan hidup bagi bangsa Indonesia tidak lain merupakan Wawasan Nusantara, yang menempati posisi silang antara dua benua dan dua samudra dengan iklim tropis dan cuaca serta musim yang memberikan kondisi alamiah dan kedudukan dengan peranan strategis yang tinggi nilainya, tempat bangsa Indonesia menyelenggarakan kehidupan bernegara dalam segala aspeknya.

Read More…

Posted by: magungh | July 23, 2009

Tugas Sejarah

 EIC_001Tugas

Tulis pengertian Sejarah,

menurut diri

sendiri dan dari dasar literatur atau sumber!

Posted by: magungh | July 23, 2009

SEJARAH (IPS)

  

SEMESTER GANJIL
SEJARAH

sejarah

 

Posted by: magungh | July 23, 2009

Fisika

SEMESTER GANJIL

FISIKA

BAB I

BESARAN dan SANTUAN

Besaran –> Dapat diukur

               –>  Dapat dinyatakan dengan angka atau nilai.

              –>   Mempunyai satuan

Satuan : Sesuatu yang digunakan sebagai pembanding.

Mengukur : Membandingkan suatu besaran dengan besaran lain yang sejenis.

Contoh:

Gula yang massanya 5 kg.

Besaran : massa.

Nilai : 5.

Satuan : kg.

Dorongan meja dengan gaya 10 Newton, selama 4 detik, sehingga, meja bergeser sejauh 1 meter.

Read More…

Older Posts »

Categories